Oleh : | 29 November 2024 | Dibaca : 323 Pengunjung
|
| PROYEK PERUBAHAN TARU MENYAN SAKTI |
EXECUTIVE SUMMARY
Kegagalan untuk memenuhi standar akreditasi dapat mengakibatkan penurunan reputasi rumah sakit dan berpotensi berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang disediakan. Pencapaian pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan standar akreditasi memerlukan perbaikan signifikan,salah satunya yang terkait dengan peningkatan budaya mutu & keselamatan pasien dalam jangka pendek adalah peningkatan kinerja pegawai. Kinerja pegawai dapat diukur melalui e-kinerja. Hal ini mencakup peningkatan disiplin, kepatuhan terhadapStandar Prosedur Operasional (SPO), kepatuhan terhadap pemenuhan SPM, dan peningkatan efisiensi kerja. Program pendidikan dan pelatihan serta pengembangan yang berkelanjutan juga menjadi hal penting dalam meningkatkan kinerja individu dan tim secara keseluruhan
Standar akreditasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan Kepdirjen Kemenkes No 3961 Tahun 2024, di RSUD Bangli terdapat 16 Standar Akreditasi telah terpenuhi dengan capaian 80% s.d 100%, dengan kategori akreditasi paripurna (walaupun masih ada 4 standar yang belum memenuhi capaian maksimal 100%). Meskipun demikian, LIPA (dalam hal ini LARS-DHP), memberikan catatan rekomendasi yang harus dilakukan oleh rumah sakit untuk dilakukan perbaikan & pemenuhan standard, terkait dengan beberapa temuan yang dituangkan dalam bentuk PPS (Perencanaan Perbaikan Strategis) pada pelaksanaan Akreditasi RSUD Bangli tahun 2022. Berdasarkan data tersebut RSUD Bangli gharus berupaya memenuhi standar dari temuan tersebut dan menjaga secara berkesinambungan.
Sebagai upaya untuk meningkatkan standar akreditasi penulis menerapkan inovasi Taru Menyan Sakti sebuah strategi “Tata Kelola Rumah Sakit Untuk Mewujudkan Pelayanan Dengan Standar Akreditasi Paripurna” di RSUD Bangli. Inovasi yang diterapkan dalam proyek perubahan in adalah memaksimalkan kinerja rumah sakit dengan peningkatan indeks kinerja unit (IKU),pemenuhan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan program pelatihan. Capaian kinerja unit akan maksimal jika indeks kinerja individu (IKI) setiap pegawai juga maksimal.Untuk memaksimalkan kinerja individu & unit ini dilakukan dengan pemberian reward & punishment yang pasti, terukur, transparan & akuntabel. Dalam hal ini, reward & punishment yang digunakan melalui mekanisme pemberian jasa pelayanan (jaspel) rumah sakit.Peningkatan kompetensi pegawai dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan didukung dengan pengadaan sarana dan prasarana secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan anggaran yang tersedia.
Dengan inivasi ini diharapkan standar akreditasi di Rumah Sakit Umum Daerah Bangli dapat meningkat sehingga mutu dan keselamatan pasien dapat terjaga dengan optimal.
Kata Kunci : akreditasi, kinerja pegawai dan keselamatan pasien
PROYEK PERUBAHAN TARU MENYAN SAKTI
170296 Akibat Jika Kurang Minum Air Putih
3025TIPS SEDERHANA MELAWAN RASA LELAH
4886Pijat Bayi Aman Berbasis Keluarga
3924Jangan Gengsi Mengkosumsi Obat Generik
DIREKTUR
dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An