Oleh : rsud | 09 Januari 2018 | Dibaca : 1141 Pengunjung
|
| Langkah Awal Menyehatkan Anak |
Tim PKRS beserta Mahasiswa Stikes Wira Medika PPI Bali mengadakan penyuluhan di Ruang Perinatologi dengan materi Langkah Awal Menyehatkan Anak dengan imunisasi.
Pengertian imunisasi :
Imunisasi adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan kepada bayi dan anak serta ibu hamil terhadap penyakit tertentu.
Tujuan imunisasi :
Membentuk daya tahan tubuh sehingga bayi/anak terhindar dari penyakit tertentu dan kalau terkena penyakit tidak menyebabkan kecacatan dan kematian.
Jenis-jenis imunisasi :
1. BCG : Memberi kekebalan pada penyakit tbc
2. DPT : Memberi kekebalan pada penyakit difteri, batuk rejang dan tetanus
3. Polio : Memberi kekebalan pada penyakit polio
4. Campak : Memberi kekebalan pada penyakit campak
5. HB : Memberi kekebalan pada penyakit hepatitis b
6. TT : Memberi kekebalan pada penyakit tetanus
7. DT : Memberi kekebalan kepada penyakit difteri dan tetanus
Sasaran imunisasi :
1. Bayi 0 sampai 9 bulan untuk imunisasi bcg, polio, dpt, hb, dan campak.
2. Anak sd kelas 1 untuk imunisasi dt.
3. Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi tt.
Jenis imunisasi waktu pemberian
Jadwal pemberian imunisasi
1. Hb, bcg, polio, dpt 1 2 jam setelah lahir umur 2 bulan
2. Polio 3, dpt 2 umur 3 bulan
3. Polio 3, dpt 3 umur 4 bulan
4. Polio 4, campak umur 9 bulan
Cara Pemberian Imunisasi
Pemberian imunisasi dapat diberikan secara suntikan maupun diteteskan ke dalam mulut :
1. Bcg : dengan suntikan ke dalam kulit pada lengan atas sebelah kanan
2. Dpt : suntikkan kedalam otot dipangkal paha
3. Campak : suntikkan kebawah kulit di lengan kiri atas
4. Hb : suntikkan pada lengan
5. Dt/tt : suntikkan kedalam otot pada lengan, paha ataupun punggung
Kapan Imunisasi Tidak Boleh Diberikan
Keadaan dimana imunisasi tidak dianjurkan :
1. Bcg, tidak diberikan pada bayi yang menderita sakit kulit lama, sedang sakit tbc dan panas tinggi
2. Dpt, tidak diberikabn bila bayi sedang sakit parah, panas tinggi dan kejang
3. Polio, tidak diberikan bila diare dan sakit parah
4. Campak, tidak diberikan bila bayi sakit mendadak dan panas tinggi
Keadaan-Keadaan Yang Timbul Setelah Imunisasi
Keadaan-keadaan yang timbul setelah imunisasi berbeda pada masing-masing imunisasi seperti yang diuraikan dibawah ini :
1. Bcg 2 minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan merah ditempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.
2. Dpt umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun 1 sampai 2 hari. Ditempat suntikan merah dan bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri.
3. Campak, panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 sampai 10 hari setelah penyuntikan.
Tempat Pelayanan Imunisasi
Pelayanan imunisasi dapat diperoleh pada :
1. Posyandu
2. Puskesmas
3. Bidan/dokter praktek
4. Rumah bersalin
5. Rumah sakit
Perawatan yang diberikan setalah imunisasi :
1. Bcg, luka tidak perlu diobati tetapi bila luka besar dan bengkak diketiak anjurkan ke puskesmas
2. Dpt, bila panas diberikan obat penurun panas yang diperoleh dari posyandu dan berikan kompres dingin
3. Campak, bila timbul panas berikan obat yang didapat dari posyandu
Selamat Ulang Tahun RSUD Bangli yang ke-67
208Jajaran Direksi dan Manajemen RSUD Bangli mengadakan kegiatan sosial
441RSUD Bangli menerima penghargaan di Acara Indonesia Award Magazine dalam kategori HOSPITAL SERVICE EXCELLENT.
222RSUD Bangli melaksanakan kegiatan Peresmian Klinik Dermato Kosmetik RSUD Bangli
3175PENGUMUMAN PELAKSANAAN SELEKSI CAT PEGAWAI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI TAHUN 2025
DIREKTUR
dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An