Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi

Oleh : | 10 Oktober 2013 | Dibaca : 3053 Pengunjung


Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi
Pada hari kamis tanggal 10 Oktober 2013 diselenggarakan kegiatan Gerakan Sayang Ibu, Gerakan Sayang Ibu ini dihadiri oleh Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Bapak Wakil Bupati, Camat Bangli, Lurah Kawan dan  Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli. Gerakan Sayang Ibu merupakan suatu gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) karena melahirkan serta penurunan Angka Kematian Bayi (AKB).

Gerakan Sayang Ibu perlu dilakukan karena sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Pembentukan SDM yang berkualitas ditentukan dari janin dalam kandungan, karena perkembangan otak terjadi selama hamil dan sampai anak berusia 5 (lima) tahun.

Karena itu Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) diharapkan akan  dapat menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Kelahiran Ibu dan Anak merupakan salah satu wujud hak asasi perempuan dan anak, sehingga kesehatan ibu dan anak khususnya bayi baru lahir, merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi perempuan dan organisasi profesi.

Diharapkan melalui Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) dokter, bidan, perawat, manajemen rumah sakit dan semua unsur terkait di Rumah Sakit Umum Bangli dapat bekerja dengan tim untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi sehingga akan terlahir bayi yang sehat dan berkualitas di Rumah Sakit ini. Oleh sebab itu program Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B), diharapkan menjadi momentum untuk peningkatan kualitas pelayanan, khususnya terhadap ibu melahirkan dan bayi baru lahir.


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

DIREKTUR

dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An